
![]() |
Bupati Yudas Tebai saat membuka secara resmi acara Musrenbang yang digelar oleh Bappeda Dogiyai (#Dok-TadahNews) |
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda dan Litbang), Rabu, (26/03/2025), pagi Waktu Papua (WP), di Aula Gereja Katholik St. Maria Immaculata Moanemani, Jalan Trans Nabire-Enarotali, KM 200, Kigamani, Dogiyai, Papua Tengah.
![]() |
Foto Bersama (#Dok-TaDahNews) |
Pada kegiatan yang baik ini, turut hadir Bupati Dogiyai, Wakil Bupati (Wabup) Dogiyai, Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Kepala Bappeda dan Litbang Dogiyai, Kapolres Dogiyai, Formopimda Dogiyai, Perwira Penghubung Kodim 1705 Nabire, Sekertaris Daerah (Sekda) Dogiyai, Staf Ahli Bupati Dogiyai, Asisten I, II, III, dan Para Kepala Bagian (Kabag) Sekertariat Daerah (Sekda) Dogiyai, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Dogiyai, Kepala Bank Papua Cabang Moanemani, Kepala BPJS Dogiyai, Kepala Kantor Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Danramil Kamuu, Danramil Mapia, Kapolsek Kamuu, Kapolsek Mapia, Pastor Paroki Moanemani, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, dan Para Wartawan Cetak dan Online.
Bupati Yudas Tebai dalam pembukaan sambutannya menyampaikan Musrenbangda merupakan salah satu tahapan dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah. "Musrenbangda Tahun 2025 ini, dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Dogiyai, Tahun Anggaran 2026," pungkas Bupati.
"Musrenbangda dilakukan dengan tujuan mengintegrasikan aspirasi dari tingkat kampung, distrik, pokok pikiran DPRK, serta rencana kerja [renja] dari OPD, sehingga RKPD yang akan dihasilkan telah menampung aspirasi dari seluruh komponen masyarakat Dogiyai."
Pasalnya, dikarenakan Musrenbangda ini, merupakan forum yang strategis dan sangat menentukan pembangunan daerah ini.
"Musrenbangda merupakan forum yang disediakan pemerintah untuk berdiskusi mencari solusi atas persoalan pembangunan daerah dan selanjutnya dirumuskan menjadi program kerja," tutup Bupati dalam sambutannya.
Bupati Dogiyai, menambahkan dalam penyusunan Renja harus mengacu pada program prioritas pembangunan daerah dan nasional sebagaimana tercantum di dalam dokumen RPJPD Dogiyai Tahun 2025 - 2030, serta prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita.
"Pada lima tahun pertama, fokus kebijakan pembangunan jangka panjang adalah pemenuhan, yang diarahkan pada peningkatan pembangunan di selurub bidang yang didukung oleh kondisi keamanan, ketentraman, dan ketertiban yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan daerah yang damai dan berkelanjutan," tambah Bupati.
Mewujudkan masyarakat Dogiyai yang Cerdas, KUAD, dan Maju Bersama, adalah Visi Yudas Tebai-Yuliten Anouw atau akrabnya YUYUTAE, juga akan fokus pada enam misi bupati.
Pertama, Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.
Kedua, Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ketiga, Meningkatkan kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, aman dan demokratis.
Keempat, Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik, efektif, efisien, proporsional, akuntabel dan transparan.
Kelima, Meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada sumber daya daerah, investasi, pariwisata dan daya saing daerah yang berwawasan lingkungan.
Keenam, Meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur wilayah dan utilitas lainnya sesuai dengan tata ruang yang memiliki daya dukung lingkungan.
Sementara itu, pada kebijakan pusat yang mengacu pada program nasional dan Asta Cita, ada tuju poin.
Pertama, Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Kesehatan.
Kedua, Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketiga, Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim.
Keempat, Pengendalian Inflasi di daerah.
Kelima, Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi daerah.
Keenam, Dukungan swasembada pangan.
Ketuju, Pengembangan Industri kerajinan dan memfasilitasi dalam mempromosikan dan memasarkan hasil industri kerajinan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Bupati dalam akhir sambutan Musrenbang ini, berharap melalui forum yang sangat penting dan menentukan pembangunan tahun anggaran 2026 maka, Ia menyematkan empat poin penting.
Pertama, Forum Musrenbang ini dibuka secara umum dan diberi ruang kepada semua komponen masyarakat agar menyampaikan aspirasi.
Kedua, Pimpinan OPD perhatikan dan akomodir usulan dari kampung melalui Musrenbang distrik, pokok pikiran dari DPRK dan aspirasi dari berbagai komponen masyarakat sesuai tupoksi masing-masing dan disesuaikan dengan kondisi anggaran.
Ketiga, hindari tumpang tindih dan duplikat kegiatan. Masing-masing OPD dapat menyusun rencana kerja sesuai tugas dan fungsi, serta dilakukan sesuai dengan peruntukan.
Keempat, Tentukan Prioritas Pembangunan Kabupaten Dogiyai Tahun 2026 dan selanjutnya dibuat renja dan dipastikan alokasi anggaran, sehingga, Visi - Misi, serta prioritas pembangunan itu terwujud.
"Berharap agar ini menjadi acuan kerja Pemkab Dogiyai," tutup Bupati, jelas.(*)
Melkianus Dogopia