Foto: POLPP, ASSKAB, Perwakilan Pemda, Kadispora (Manejer Persidei), Korlap, massa simpatisan dan 23 PS/dok. TaDahnews |
TaDahnews.com, Deiyai – Kamis (4/8/2022), Pukul 09:00 Waktu Papua (WP) massa simpatisan dan para pemain dari 23 Persatuan Sepak Bola (PS) Kabupaten Deiyai yang telah terdaftar di ASSKAB (PSSI) Deiyai, datangi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Deiyai di Kantor Bupati. Kali ini yang ketiga, dari minggu kemarin sampai sekarang.
Massa simpatisan dan para pemain dari 23 PS yang pada hari Jumat (29/7/2022) minggu kemarin telah melakukan Aksi Demonstrasi (Demo) Damai, sempat memalang Kantor Keuangan Kabupaten Deiyai dan pada hari Senin (1/8/2022) memastikan lagi karena, terkait dengan Dana Persiapan yang telah ada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk Persatuan Sepak Bola Deiyai (PERSIDEI) Tahun 2022 belum jelas, bahkan dicurigai ada oknum yang hendak mau bermain gelap di belakang. Entah itu oknum individu atau juga kelompok tertentu, yang jelas mungkin saja dia atau pun mereka menganggap keluarga dari Bupati. Sehingga, seenaknya saja mau bermain-main di belakang.
Hal di atas dibenarkan Kordinator Lapangan (Korlap), Denny Tekege. Dikarenakan, sudah jelas sebenarnya. Namun, dipersulit atau diputar-putar. Ada apa? Katanya.
Dijelaskan oleh Korlap bahwa Pertama, Kami di Kabupaten Deiyai telah melakukan Musyawarah Kabupaten (Muskab) atau pemilihan secara langsung PSSI tahun lalu pada hari Senin, tanggal 9 Agustus 2021 melalui Badan (Panitia) Formatur yang telah terbentuk. Yang mana, dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Deiyai, Ateng Edowai, S.Pdk., M.Pd., bahkan mengapresiasi kerja Panitia Formatur.
Kedua, Pemilihan diwakili sekaligus memunyai hak memilih oleh 23 PS atau Tim Sepakbola yang ada di kabupaten Deiyai, dan ditambah dengan satu suara Persidei lama (Simon Edowai), juga perwakilan ASSPROV Papua oleh KONI Kabupaten Deiyai satu suara (Otias Edowai). Sehingga, jumlah suara memilih menjadi 25 suara yang telah memilih empat bakal calon Ketua Umum PSSI (1, Marselus Tekege. 2, Lafri N. Pakage S.E. 3, Obet Kotouki. 4, Perminus Kotouki S.KM). Terpilih Ketua Umum ASSKAB atau PSSI Kabupaten Deiyai, Marselus Tekege dengan perolehan suara 19 suara dari 25 peserta pemilih itu.
Ketiga, Kami tidak terlalu mempertanyakan proses pelantikan
PSSI Kabupaten Deiyai karena, kami tahu Panitia Formatur dan beberapa oknum
mempersiapkan bakal calon lain bukan yang sudah terpilih. Dan menjadi penting,
itu, Badan Pengurus Harian dan struktur keseluruhan PSSI Kabupaten Deiyai telah
dilengkapi dari tahun lalu dan diterima oleh ASSPROV Papua atau PSSI Provinsi
Papua. Kemudian, ASSPROV Papua telah menetapkan Marselus Tekege sebagai ASSKAB atau Ketua Umum PSSI Kabupaten Deiyai, dan John Ukago sebagai Manejer Persidei
Deiyai, seperti yang telah beredar viral video Kongres Biasa ASSPROV Papua pada tanggal, 27 Mei 2022 di Hotel Horison,
Jayapura, Papua. Itu, diundang langsung oleh ASSPROV Papua kepada Marselus
Tekege sebagai ASSKAB Kabupaten Deiyai dan John Ukago sebagai Manajer Persidei
Deiyai.
Keempat, terkait tentang kata ‘amatir’
atau mungkin yang disebut-sebut oknum-oknum tertentu tentang ‘Tim Amatir’.
Perlu Kami sampaikan bahwa jangan saling membodohi sesama karena, kejar uang
atau motivasi uang. Baca baik-baik Peraturan terkait tentang kata amatir di
dalam Statuta PSSI. Dikatakan amatir itu dikhususkan hanya pemain yang amatir
di dalam Liga Nasional, seperti; Liga-1, Liga-2, dan Liga-3. Itu, pemainnya
masih amatir. Jadi, klub mana saja bisa belanja Pemain. Oleh Karena Pemainnya amatir maka disebut Liga Amatir. Kemudian,
klub-klub yang bertanding di Liga Amatir bisa juga disebut klub amatir, ya karena
ada pemain-pemain amatir di dalam liga itu. Dan, Persidei Deiyai ini Tim atau
Klub Resmi dibentuk dan dimediasi oleh ASSKAB. Dan, ASSKAB ini turunan ASSPROV,
bukan yang di luar-luar sana. Terkait dengan ini, memunyai hubungan langsung
dengan Pemerintah Daerah (Pemda) berkaitan dengan Pendanaan. Kalau ada Klub
yang namanya lain tapi, dari satu daerah yang sama, artinya satu daerah ada dua
klub, berarti yang satunya, yang tidak melalui ASSKAB silahkan mencari pihak
ketiga atau tidak bisa memakai Pendanaan dari Pemda. Sebab, jika diproses hukum
akan menjadi temuan dan siaga pemeriksaan. Selengkapnya, dapat dibaca di dalam
Statuta PSSI agar tidak gagal paham.
Kelima, Kami
tidak akan tinggal diam. Apabila Dana Persidei Deiyai jatuh di tangan orang
yang salah maka, kami akan proses hukum dan menuntut juga dana – dana dari tahun
kemarin agar segera diaudit ulang. Kami juga telah menghubungi pengacara kami. Kami
akan memberikan Surat Kuasa pada pengacara kami, jika ada oknum yang tidak berwewenang
memakai Dana Persidei Deiyai.
Berdasarkan penjelasan oleh
Korlap di atas ada lima poin, ini, dikatakannya lagi agar publik perlu pahami
baik-baik, sepertinya ada oknum-oknum yang masih memikirkan cara-cara tidak
baik.
“Segera! Ketua PSSI Kabupaten
Deiyai, dan Manejer Persidei Deiyai, urus dan selesaikan Pendanaan untuk
Persidei Deiyai itu baru datang temui kami. Kami 23 PS yang ada di Deiyai
menunggu dan tetap menuntut,” tutup Korlap massa simpatisan dan para
pemain dari 23 PS, dikutip awak media ini.
Mendengar penjelasan lisan menurut Kadispora yang juga sebagai Manejer Persidei Deiyai, tentang SK pengurus lama dan redaksi surat mengatasnamakan Ketua Umum Persidei yang ditulis oleh Bupati, isinya tertuju pada pengurus lama, ASSKAB Deiyai angkat bicara.
Terkait dengan SK, Ketua Umum
PSSI Kabupaten Deiyai menunjukkan SK Barunya dari ASSPROV Papua dan menjelaskan
bahwa SK pengurus lama sudah tidak aktif. Terkait dengan penyaluran dana nanti
saya akan proses.
“Tidak boleh kita menyebutkan hal
tentang SK pada pengurus lama, itu bisa dikatakan indikasi-indikasi mungkin
saja dalam permainan gelap. Karena, sudah jelas sebenarnya terkait dengan
penyaluran dana dan yang berhak atas dasar hukum dan proses pencairan dan
penggunaan agar pelaporannya juga jelas, dipakai untuk umum,” tegas Ketua Umum
PSSI Kabupaten Deiyai, Marselus Tekege.
Ketua Umum PSSI Kabupaten Deiyai
menambahkan bahwa kami tidak ada urusan dengan Asisten I, atau Asisten II, juga
dengan Bupati. Karena, Dananya ada dan sudah jelas, sebesar Rp.
500.000.000,00-. Hanya saja, Kadispora yang juga sebagai Manejer Persidei
Deiyai menyampaikan bahwa Dananya mengatasnamakan pengurus lama yang SK nya
sudah tidak aktif bahkan Oknum itu juga saat Muskab Ketua Umum PSSI Kabupaten
Deiyai hadir sebagai peserta pemilih. Artinya, ini sudah salah dan kalau saya proses
bisa jadi Kadispora untuk tahap awal akan hadir sebagai saksi dan jika ada unsur
kesengajaan maka bukan lagi sebagai saksi. Tetapi, yah, itu temuan dan siaga
pemeriksaan.
Tutup Marselus Tekege, saya sudah
jelaskan dan saya kira posisi saya sebagai Ketua Umum ASSKAB, saya telah
jelaskan kepada kalian semua para massa simpatisan dan para pemain dari 23
PS, mohon kita semua harus tetap fokus tuntut dan proses pencairan dananya agar
sesuai jalur yang dilindungi oleh hukum supaya pemakaian dan pelaporan nantinya
jelas.(*)
Admin